Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena linguistik khususnya tindak representatif dan fungsi struktural ujaran dalam film "The Social Network". Teori tindak tutur yang digunakan dalam mengkaji fenomena kebahasaan ini adalah teori Searle dan Vanderveken (1985) yang merupakan pengembangan dari teori J.L Auistin. Teori ini menunjukkan bahwa tindakan representatif adalah tindakan yang merepresentasikan pendapat seseorang tentang dunia dan mengklasifikasi tindakan-tindakan tersebut dalam beberapa tipe. Tipe-tipe ini yang diteliti dalam film tersebut. Kemudian dalam meneliti fungsi struktural, peneliti menggunakan teori Yule (2010). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data yang diteliti adalah ujaran. Ujaran-ujaran tersebut merupakan data yang dikumpulkan dengan metode observasi. Untuk metode analisis data, peneliti menggunakan metode padan referensial yang dikemukakan oleh Sudaryanto (2015). Semua data yang dianalisis disajikan dengan metode informal. Cara penyajian informal adalah penggunaan kata-kata atau paragraf untuk menyampaikan hasil analisis data. Teori yang digunakan dalam menyajikan analisis data adalah teori Sudaryanto (1993). Dalam penelitian ini, peneliti menemukan sepuluh jenis tindak representatif, yaitu menegaskan, mengklaim, menyatakan, menggambarkan, menyarankan, membuat hipotesis, menyangkal, meyakinkan, mengingatkan, dan memuji. Di antara jenis-jenis tersebut, yang paling banyak muncul adalah mengklaim. Alasan mengapa tindak tutur mengklaim paling banyak muncul adalah karena tokoh-tokoh dalam film ini menyampaikan pendapat yang cenderung subjektif dan parsial. Selain itu, sebagian besar adegan dalam film ini terjadi dalam persidangan yang membuat para tokoh mempertahankan pendapatnya masing-masing. Selanjutnya, hasil analisis pada fenomena fungsi struktural hanya menunjukkan dua jenis fungsi, yaitu imperatif dan deklaratif.