Abstract :
Kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini memungkinkan perusahaan untuk
meningkatkan kecepatan produksi melalui penggunaan mesin. Akan tetapi, hal ini
sering mengarah ke pekerjaan yang monoton dan menuntut secara fisik, khususnya
dalam kegiatan Manual Material Handling (MMH). Aktivitas MMH yang tidak tepat
dapat mengakibatkan gangguan muskuloskeletal (MSDs), yang mencakup gangguan
pada otot dan sendi. Untuk mengatasi masalah ini, rancangan aids pada zaman
ergonomi sangat diperlukan. Metode NIDA (kebutuhan, ide, keputusan, tindakan)
digunakan untuk merancang alat bantu kerja dengan mempertimbangkan kebutuhan,
ide yang inovatif, keputusan desain, dan aksi implementasi. Metode REBA (penilaian
cepat seluruh tubuh) untuk menilai posisi atau posisi kerja leher, punggung, lengan,
pergelangan tangan, dan kaki seorang operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan aids khusus dalam kegiatan seperti pengukuran dapat mengurangi keluhan
MSDs, dimana skor pada analisis postur tubuh karyawan diperoleh pada averange 3
dan kuesioner NBM tanggal menunjukkan skor averange 30, dimana skor ini termasuk
dalam kategori risiko rendah. Dan sebelum desain fasilitas kerja dilakukan, skor itu
untuk REBA 6 dan dengan NBM kuesioner data 41, kategori menunjukkan risiko
menengah. Riset sebelumnya juga menggunakan metode NIDA dalam merancang alat
bantu kerja dengan hasil yang positif. Sebagai kesimpulan, penggunaan metode NIDA
dalam merancang aids kerja ergonomi dapat mengurangi keluhan MSDs dan
menaikkan produktivitas di PT Citra Tubindo.