Abstract :
Bekerja dengan peralatan bongkar muat kontainer ISO Tank, personel
dipekerjakan dalam shift pagi, siang, dan malam, dan tugas mereka diselesaikan
sepanjang waktu. Operator ISO Tank Containers bekerja selama delapan jam
sehari, dan dengan mengambil shift, mereka dapat bekerja hingga dua belas jam.
Jadwal yang padat menambah beban operator. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui tingkat beban kerja fisik operator isotank PT Ecogreen
Oleochemicals Batam dengan menggunakan metode %CVL, tingkat beban kerja
mental operator isotank PT Ecogreen Oleochemicals Batam dengan menggunakan
metode NASA-TLX, dan perbedaan beban kerja fisik dan mental pada operator
isotank PT Ecogreen Oleochemicals Batam. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif. Variabel pertama, beban kerja fisik, diperoleh dari rumus %CVL, yang
memperhitungkan denyut nadi sebelum bekerja dan denyut nadi saat bekerja.
Variabel kedua, beban kerja mental, berasal dari kuesioner NASA-TLX, yang
mencakup kinerja, usaha, tingkat frustrasi, tuntutan mental, tuntutan fisik, dan
tuntutan temporal. Temuan menunjukkan bahwa, menurut pengukuran %CVL,
operator ISO Tank di PT Ecogreen Oleochemicals Batam paling sering
mengalami beban kerja fisik dengan klasifikasi Perlu Perbaikan, dan menurut
pengukuran NASA-TLX, beban kerja mental yang paling sering dialami adalah
kategori Tinggi.