Abstract :
Optimasi produksi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses
produksi adalah dengan mengurangi atau menghilangkan proses produksi yang
tidak memberikan nilai tambah atau biasa disebut dengan pemborosan. Wire
harness merupakan salah satu produksi elektronika yang diproduksi oleh PT. Surya
Teknologi Batam. Berdasarkan data 7 bulan pada bulan Juli 2023 ? Februari 2024
didapatkan output produksi yang tidak tercapai. Sebagai contoh pada bulan Juli
dimana target produksi yaitu 5000pcs sedangkan aktual produksi yang didapat
3.485pcs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab output produksi
yang tidak tercapai dan mengetahui cara untuk mencapai output produksi. Metode
analisis yang digunakan adalah Lean Manufacturing dengan metode Value Stream
Mapping, untuk menganalisa penyebab terjadinya pemborosan digunakan fishbone
diagram. Penelitian ini mengidentifikasi empat pemborosan, motion memiliki
bobot paling tinggi yaitu 25,9 % , over processing memiliki bobot 25,6 %, waiting
24,3%, dan diikuti oleh defect yang memiliki bobot paling rendah yaitu 24,2%.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencapai output produksi, diantaranya
berupa perbaikan terhadap pemborosan motion, over processing, waiting, dan
defect. Motion dengan cara menerapkan konsep 5S dan menyediakan rak
penyimpanan khusus untuk form by off (peralatan). Over processing dengan cara
diterapkannya system pengawasan yang dapat memberikan warning kepada
karyawan jika terjadi kekurangan bahan. Waiting dengan cara menambah jumlah
operator pada machine process guna mempercepat prosedur pengerjaan. Defect
dengan cara memberikan pelatihan tentang pentingnya bersikap teliti serta
menetapkan jadwal untuk pemeliharaan preventif rutin untuk printer label.
Berdasarkan future state mapping, didapatkan nilai process cycle efficiency sebesar
92,56 % yang sebelumnya 72,23% yang berarti mengalami kenaikan 28,1% hal ini
menandakan adanya peningkatan produktivitas pada proses produksi wire harness.