Abstract :
Keluarga menjadi tempat pembelajaran pertama bagi anak lewat lingkungan dan interaksi dengan anggota keluarga lainnya. Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan baik secara fisik maupun emosional bagi seluruh anggota keluarga. Keluarga dengan Ibu yang bekerja menyebabkan terjadinya konflik keluarga yang dapat berpengaruh pada hubungan antara Ibu dan anak. Work From Home (WFH) selama pandemi virus corona menyebabkan terjadinya perubahan interaksi pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antara Ibu dan anak selama masa Work From Home pada keluarga Urban di Jakarta. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretivis dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian adalah anak dan Ibu dari 3 keluarga masyarakat Urban Jakarta. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data dengan menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terbentuk pada keluarga Urban Jakarta tersebut adalah pola komunikasi protektif dan laissez-faire. Pada keluarga utuh membentuk pola komunikasi protektif. Orang tua memberikan aturan secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu kepada anak, anak mempunyai kepatuhan yang tinggi terhadap aturan yang diberikan oleh Ibu untuk menghindari konflik keluarga, ada sedikit diskusi antara Ibu dan anak dan anak cenderung tertutup terhadap Ibu untuk membicarakan masalah pribadi kepada Ibu. Pada keluarga yang bercerai membentuk pola komunikasi laissez-faire. Ibu memberi kebebasan anak untuk menentukan hidup baik dalam bidang pendidikan maupun pergaulan, melakukan banyak komunikasi dengan berbagai topik, terlibat diskusi namun cenderung tertutup terhadap Ibu jika berkaitan dengan masalah pribadi anak. Pada keluarga bercerai, Ibu cenderung memberikan kebebasan kepada anak dalam menjalani hidupnya dan melakukan komunikasi dengan berbagai topik pembicaraan. / The family becomes the first place of learning for children through the environment and interaction with other family members. Parents have the responsibility to provide security and comfort both physically and emotionally for all family members. Families with working mothers cause family conflicts that can affect the relationship between mother and child. Work From Home (WFH) during the corona virus pandemic causes changes in family interactions. This study aims to determine the communication patterns of mothers and children during Work From Home in Urban Jakarta families. This study uses an interpretivis paradigm with a phenomenological approach. Data collection was carried out using in-depth interviews. The research informants were children and mothers from 3 families in the Jakarta Urban community. Data analysis was performed by data collection, data reduction using open coding, axial coding, and selective coding, data presentation and drawing conclusions.
The results show that the communication patterns formed in the Urban Jakarta family are protective and laissez-faire communication patterns. In the whole family forms a protective communication pattern. Parents give rules unilaterally without prior discussion with children, children have high compliance with the rules given by mothers to avoid family conflicts, there is little discussion between mothers and children and children tend to be closed to mothers to discuss personal problems with mothers. Divorced families form laissez-faire communication patterns. Mother gives freedom to children to determine life both in education and relationships, do a lot of communication on a variety of topics, engage in discussion but tend to be closed to mothers when it comes to personal problems of children. In divorced families, mothers tend to give children freedom in living their lives and communicate with various topics of conversation.