Abstract :
Setiap media massa pada dasarnya berusaha menyajikan berita yang
independen dan berimbang. Namun karena beberapa faktor, penulis berita atau
wartawan juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam ruang
pemberitaan. Menurut Shoemaker dan Reese, faktor pertama adalah faktor
internal, berupa latar belakang budaya, agama, umur, maupun kecenderungan
personal. Sedangkan faktor eksternal, berupa ideologi perusahaan maupun
kepentingan pemilik modal. Sehingga hasil akhirnya adalah media massa tidak
dapat sepenuhnya bersifat objektif.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan
media massa online Tangerang News dan Kabar 6 dalam memberitakan
penggusuran pemukiman Cina Benteng dari tahun 2011 hingga 2012.
Kecenderungan yang timbul diteliti dengan menggunakan analisis framing model
Zhongdan Pan & Gerald M. Kosicki
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangerang News dan Kabar 6
memiliki perbedaan framing dalam memberitakan penggusuran pemukiman Cina
Benteng. Dimana Tangerang News cenderung memihak warga Cina Benteng
sebagai korban penggusuran, sedangkan Kabar 6 cenderung memihak Pemerintah
Kota untuk menggusur pemukiman Cina Benteng. Kecenderungan ini
berkesinambungan dengan apa yang telah menjadi misi masing-masing media. / Every mass media is supposed to publish the news independently and fair.
However, the news writer or journalist can also have influence of decision making
in newsroom. According to Shoemaker and Reese, the first factor is an internal
factor, such as culture background, religion, age, or even personality tendency.
The other factor is external factor, such as the company ideology and the interest
of media?s owner. Thus, the final result of news in mass media cannot be fully
objective.
This research is done with the purpose to know the tendency of online
mass media Tangerang News and Kabar 6 in telling the story of the eviction of
Cina Benteng settlement from the year 2011 until 2012. This research is using
framing analysis with the model Zhongdan Pan & Gerald M. Kosicki.
The final result of research shows us that Tangerang News has different
framing from Kabar 6 in telling the story of the eviction of Cina Benteng.
Tangerang News is more on the side of people Cina Benteng as the victim of
eviction, while Kabar 6 is more on the side of local government to displacing of
Cina Benteng settlement. This tend is sustainable with what has become the
mission of each media.