Abstract :
Peristiwa pengeboman yang terjadi di tempat ibadah telah terjadi berulang
kali di Indonesia. Peristiwa ini tidak luput dari pemberitaan media massa, yang
berperan sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Media massa dalam
menentukan isinya dipengaruhi oleh faktor-faktor, yang salah satunya adalah
ideologi. Penelitian ini membahas konstruksi pemberitaan di Kompas dan
Republika, dua media cetak nasional yang berbeda ideologi, mengenai peristiwa
teror bom di tempat-tempat ibadah.
Penelitian ini menggunakan teori konstruksi realitas dari Berger dan
Luckmann, serta analisis framing dari Entman untuk menganalisis berita di
Kompas dan Republika. Data diambil dari artikel berita mengenai pengeboman
tempat ibadah sejak tahun 2000-2011, serta dari teknik kepustakaan.
Disimpulkan ada kesamaan dan perbedaan dari pemberitaan di Kompas
dan Republika. Kompas dan Republika sama-sama menganggap pengeboman di
tempat ibadah bertentangan dengan kemanusiaan, tidak semata-mata disebabkan
oleh masalah agama. Kompas dan Republika juga memberikan rekomendasi yang
senada. Perbedaannya terletak pada pemilihan narasumber dan penonjolan isu.
Kompas lebih menonjolkan sisi humanis, sedangkan Republika lebih menonjolkan
bahwa teror bom ini tidak ada kaitannya dengan agama. / The bombing in places of worship has been occurred repeatedly in
Indonesia. Those events are covered by mass media, whose job is being source of
information for people. Mass media, in determining their contents, are affected by
some factors, including ideology. This research discusses the construction of
bombing events in places of worship in Kompas and Republika, two national
newspapers who have different ideologies.
This research employs Theory of Construction of Reality from Berger and
Luckmann, and framing analysis of Entman to analyze the news in Kompas and
Republika. The data are taken from news articles about bombing events in places
of worship since 2000-2011, and literature studies.
It was concluded that there were similarities and differences about the
news in Kompas and Republika. The similarities were Kompas and Republika
both considered the bombing events in places of worship was opposed to
humanity and it was not only caused by religious issue. The two newspapers also
gave similar recommendation. Meanwhile, the differences lied on the selection of
news sources and the stressing of issues. Kompas stressed about human side of the
bombing events, while Republika stressed that the bombing was not related to
religious issue.