Institusion
Universitas Pelita Harapan
Author
Kosnandar, Kartika Chandra
Subject
BF Psychology
Datestamp
2021-09-20 07:09:31
Abstract :
Di Indonesia, perceraian terus meningkat dan diikuti dampak yang dirasakan oleh anak-anak, seperti kesulitan berelasi dan menurunnya self-esteem. Anak-anak yang memiliki pengalaman tersebut tentunya akan bertumbuh memasuki usia dewasa muda, yang memiliki tuntutan untuk menjalin relasi intim dengan orang lain serta mencapai karir untuk hidup mandiri. Adanya pengalaman traumatis tersebut memberikan hambatan bagi mereka mencapai tujuan yang diinginkan. Namun, setiap individu memiliki hope yang membantu mereka melewati kesulitan. Hope didefinisikan sebagai cognitive set yang terdiri atas willpower dan waypower untuk mencapai goal. Tinggi rendahnya hope menentukan bagaimana seseorang mampu mencapai goal yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan hope antara individu dewasa muda yang mengalami dan tidak mengalami perceraian orang tua. Partisipan terdiri atas 140 individu yakni, 76 tidak mengalami perceraian orang tua dan 64 mengalami perceraian orang tua. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Adult Trait Hope Scale sebagai instrumen pengukur hope. Hasil pengolahan data menunjukkan tidak adanya perbedaan hope yang signifikan diantara kedua kelompok partisipan (p=.270). Namun, ditemukan perbedaan signifikan pada dimensi waypower berdasarkan latar belakang budaya Tiong Hoa dan status pekerjaan saat ini, serta korelasi signfikan antara dimensi waypower dengan jumlah dampak negatif yang masih dirasakan. Hasil-hasil temuan tersebut didiskusikan dalam penelitian ini.