DETAIL DOCUMENT
Gambaran proses meaning-making pada wanita dengan kanker payudara
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pelita Harapan
Author
Saraswati, Bella Monica
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2021-10-18 04:31:18 
Abstract :
Dibandingkan dengan jenis kanker yang lain, kanker payudara memiliki proporsi sebesar 28.7%. Kasus kanker payudara ini 99% dialami oleh wanita dan hanya 1% kemungkinan terjadi pada laki-laki. Pada wanita, payudara tidak hanya menjadi organ untuk menyusui saja, namun juga menjadi lambang sex appeal yang berguna sebagai daya tarik pada lawan jenis. Dengan keberadaan penyakit kanker payudara pada individu, maka individu tersebut akan mengalami berbagai permasalahan-permasalahan lain seperti permasalahan medis, permasalahan sosial, dan permasalahan psikologis lainnya. Melihat adanya berbagai permasalahan yang timbul akibat kanker payudara, maka dari itu peneliti memutuskan untuk menyelidiki peristiwa penderitaan yang berupa kanker payudara. Lebih spesifik lagi, peneliti ingin mempelajari bagaimana para partisipan menemukan makna penderitaannya ditinjau dari teori proses meaningmaking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti menggunakan partisipan sebanyak dua orang. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, berjenis kelamin wanita, merupakan survivor/ warrior kanker payudara, dan sedang/sudah menjalani kemoterapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Dari hasil penelitian, dapat terlihat bahwa penderitaan yang dialami para partisipan berbeda, hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit yang berbeda. Selain itu proses meaning ? making antara partisipan satu dengan yang lain juga berbeda. Melalui penelitian ini juga, diketahui bahwa para partisipan menemukan keselarasan antara global meaning dan situational meaning sehingga consequence yang didapatkan positif. 
Institution Info

Universitas Pelita Harapan