DETAIL DOCUMENT
Hubungan antara resiliensi dan dimensi-dimensi causal attribution pada masyarakat berpenghasilan rendah di DKI Jakarta = The relationship between resilience and dimensions of causal attribution in low-income residents in DKI Jakarta
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pelita Harapan
Author
Chang, Sherlyn
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2021-08-18 08:26:44 
Abstract :
Kesulitan ekonomi menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang berlangsung dalam waktu lama dan dapat menyebabkan kesulitan lainnya. Meskipun menghadapi banyak kesulitan, tidak berarti bahwa masyarakat berpenghasilan rendah akan menjadi individu yang maladaptif. Setiap individu dapat memiliki cara yang berbeda dalam memikirkan penyebab dari permasalahannya yang akan memengaruhi perilakunya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi memiliki korelasi dengan variabel causal attribution yang terdiri dari dimensi locus of causality, locus of stability, personal control, dan external control. Penelitian ini diikuti oleh 118 responden yang merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah susun sederhana di DKI Jakarta. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan instrumen penelitian Connor-Davidson Resilience Scale 10 dan Revised Causal Dimension Scale. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara resiliensi dan dimensi locus of causality (rs=0.262, p<.01), locus of stability (rs=0.208, p<.05), dan personal control (rs=0.188, p<.05). Namun, resiliensi tidak berkorelasi secara signifikan dengan dimensi external control (rs=0.142, p>.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi resiliensi seseorang, maka individu tersebut akan semakin menganggap bahwa penyebab dari kesulitan ekonomi berasal dari diri sendiri, tidak dapat diubah, dan dapat dikontrol oleh dirinya sendiri. Penemuan yang berkaitan dengan fenomena ini didiskusikan. / Economic hardship is one of the problems faced by low-income residents which is chronic and may cause other difficulties. Despite facing many difficulties, lowincome residents will not always be maladaptive. Everyone might differ in thinking about the causes of the problem that will affect behavior. Therefore, this study aims to see whether resilience has a correlation with dimensions of causal attribution which are locus of causality, locus of stability, personal control, and external control. Participants of this study are 118 low-income residents who lived in lowcost apartments in DKI Jakarta. The study was conducted quantitatively with Connor-Davidson Resilience Scale 10 and Revised Causal Dimension Scale research instruments. Results show a significant relationship between resilience and locus of causality dimensions (rs = 0.262, p <.01), locus of stability (rs = 0.208, p <.05), and personal control (rs = 0.188, p <.05). However, resilience did not correlate significantly with the external control dimension (rs = 0.142, p>.05). It indicates that the higher resilience of an individual, the more the individual will perceive that the cause of economic difficulties comes from himself, cannot be changed, and can be controlled by himself. Findings related to this phenomenon are discussed. 
Institution Info

Universitas Pelita Harapan