Abstract :
Burnout merupakan fenomena yang terjadi pada seseorang yang mengalami
kelelahan kronis yang tidak ditangani dengan baik di tempat kerja. Pekerja dari
berbagai sektor pekerjaan yang berbeda, termasuk pada bidang kesehatan seperti
terapis musik, rentan terhadap burnout yang dipicu oleh berbagai faktor tertentu.
Penelitian mengenai burnout pada terapis musik masih dapat dikatakan sedikit, dan
belum pernah dilakukan di Indonesia sebelumnya. Penelitian ini dibutuhkan
mengingat bidang terapi musik; terutama di wilayah JABODETABEK; mengalami
peningkatan jumlah pekerja dari tahun ke tahun. Penelitian ini bersifat kualitatif
dengan menggunakan metode fenomenologi. Survei daring dan wawancara semiterstruktur
dilakukan dengan responden terapis musik profesional yang melakukan
praktik klinis terapi musik di daerah JABODETABEK. Hasil rekaman wawancara
kemudian ditranskrip, diolah ke dalam tabel coding, dan dianalisis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa burnout yang dialami terapis musik dipicu oleh berbagai
faktor yang digolongkan menjadi: faktor klien, faktor lingkungan pekerjaan, faktor
internal (pribadi terapis), dan faktor eksternal. Burnout yang dipicu oleh faktorfaktor
tersebut memengaruhi tidak hanya kesehatan mental dan fisik terapis musik,
tetapi juga praktik klinis terapi musik terutama pada aspek kualitas praktik dan
hubungan terapis-klien.
Kata Kunci: Burnout, Terapis Musik, Indonesia
Referensi: 38 (1981-2020).