Abstract :
Penyebaran agama Buddha di Jawa Barat dimulai dengan berdirinya Vihara Vimala
Dharma Bandung pada tahun 1959 yang dipelopori oleh Bhikkhu Ashin
Jinarakkhita. Sebagai Vihara tertua kedua di Indonesia, ada banyak kekurangan
pada fisik bangunan Vihara Vimala Dharma. Untuk dapat mendukung aktivitas
penggunanya dengan fasilitas yang sesuai dengan standarisasi tanpa
menghilangkan nilai-nilai sejarahnya, maka diperlukan perancangan interior Vihara
Vimala Dharma yang baru.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara, di
mana penulis datang ke Vihara Vimala Dharma secara langsung untuk melakukan
observasi secara langsung dan partisipan serta mewawancarai dua orang pengurus
pemuda Vihara Vimala Dharma dan memperoleh data sekunder. Pengolahan data
dilakukan dengan tahap analisis dan sitensis, di mana setelah data didapatkan,
perancangan interior dimulai dan diakhiri dengan mengembalikan desain kepada
pengguna untuk mendapatkan feedback. Setelah mendapat feedback, baru analisis
desain dilakukan.
Setelah melakukan analisis terhadap desain baru Vihara Vimala Dharma
dan mendapatkan feedback dari penggunanya, dapat disimpulkan bahwa tujuan
perancangan untuk memberikan fasilitas yang sesuai dengan standarisasi tanpa
menghilangkan nilai-nilai sejarah Vihara Vimala Dharma dan menerapkan prinsip
estetika Buddhisme pada interiornya telah berhasil tercapai.