Abstract :
Seorang desainer interior profesional dalam menangani berbagai proyek
seringkali harus membuat keputusan desain secara cepat. Karena seringkali
berlangsung secara cepat, pengambilan keputusan seorang desainer dapat terlihat
oleh orang lain seakan hanya didasari oleh naluri atau gerakan hati, atau disebut
dalam penelitian ini sebagai berpikir intuitif. Selama menjalani program magang
di kantor IPA dan terlibat langsung dalam proses desain beberapa proyek, penulis
menemukan banyak keputusan desain yang dihasilkan dari berpikir intuitif
principal IPA dalam setiap tahap proses desain. Penemuan tersebut mendasari
penulis untuk melakukan penelitian ini.
Secara umum, penulis menggunakan metode kualitatif ? participant as observer
dalam menjalankan program magang selama sembilan bulan untuk memperoleh
data-data dan informasi terkait fenomena yang terjadi dalam kantor IPA. Penulis
menggunakan teori tipe-tipe pemikiran serta teori batasan desain untuk menguji
fenomena berpikir intuitif di IPA, baik secara makro melalui proyek-proyek yang
pernah didesain oleh IPA maupun secara mikro melalui studi kasus.
Setiap keputusan principal yang dibuat secara intuitif mengandung berbagai
aspek pertimbangan. Karena itu, pemikiran yang muncul secara tiba-tiba tersebut
sebenarnya merupakan hasil proses berpikir kompleks yang berlangsung secara
cepat, dibangun atas dasar pengetahuan dan pengalaman. Baik disadari dasarnya
maupun tidak, keputusan intuitif principal sama sekali bukan sebuah gerakan hati
tidak berdasar, melainkan cara pikiran menyimpulkan sesuatu berdasarkan pola
yang dikenalinya. Pola tersebut membentuk sebuah struktur berpikir dalam dirinya
yang seringkali diandalkan dalam proses mendesain.