Abstract :
Banyaknya jumlah musisi di Indonesia membuat pekerjaan musisi makin kompetitif, sehingga seorang musisi bukan hanya perlu meningkatkan keahliannya tetapi ia perlu membangun personal branding untuk bersaing di industri musik. Beberapa faktor yang dapat membentuk personal branding adalah keunikan atau keistimewaan, kepribadian atau personalitas dan kemampuan untuk mempromosikan diri melalui media sosial di mana akan terlihat berapa banyak jumlah follower dalam sebuah rentang waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi personal branding pada pemain drum Handy Salim melalui media sosial Instagram dan Youtube, serta mengetahui bentuk personal branding Handy Salim melalui akun Instagram dan Youtube miliknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah metode wawancara terhadap lima narasumber dengan menggunakani teori Eight Laws of Personal Branding (Peter Montoya & Tim Vandehey, 2004) sebagai dasar untuk menganalisis strategi personal branding Handy Salim. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram dan Youtube sangat efektif untuk membangun personal branding seorang musisi seperti Handy Salim jikalau ia melakukannya secara konsisten dengan terus menerus menambah konten yang berkualitas dan hasilnya akan terlihat dari jumlah follower. Penggunaan media sosial oleh musisi di Indonesia secara maksimal dapat membangun personal branding yang akan menambah nilai jual, peluang pekerjaan dan bisnis dalam industri musik.