Abstract :
Di era modern ini, remaja lebih banyak menghadapi tuntutan dalam pergaulan maupun dalam permasalahan sehari-hari. Banyak remaja yang dalam menghadapi masalah atau menghindari masalah dengan cara mencari ketenangan melalui bahan adiktif berbahaya, misalnya pengonsumsian alkohol (Santrock, 2005). Religiusitas dianggap memiliki hubungan dengan pengonsumsian alkohol, karena dengan religiusitas remaja dapat merasakan kehadiran Tuhan dan mendapatkan social support saat dalam masa sulit. Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pengonsumsian alkohol dan religiusitas pada remaja di Jabodetabek. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif, dan menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan pada 109 remaja di Jabodetabek. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Minum Minuman Keras (?=.84) dan 4DBRS (?=.94). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengonsumsian alkohol dan religiusitas (R2 = .41, p > .05). Artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan pada pengonsumsian alkohol dan religiusitas remaja di Jabodetabek.