Abstract :
Hipertensi disebut juga penyakit silent killer karena gejala yang dirasakan pasien sangat jarang sampai menimbulkan komplikasi. Terapi hipertensi SDB merupakan non farmakologi dan tugas mandiri perawat, SDB adalah cara bernapas lambat dan dalam, menarik napas dari hidung kemudian dikeluarkan berlahan lewat mulut. Bernapas antara 6-10 kali permenit selama 15 menit, dilakukan 3 kali dalam seminggu. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh SDB terhadap penurunan tekanan sistolik dan diastolik. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen total sampling. Sebanyak 10 responden, 6 kelompok intervensi dan 4 kelompok kontrol. Penelitian dilakukan Oktober-Desember 2013. Pengolahan data menggunakan distribusi mean dan independent t-test. Hasil diperoleh ratarata tekanan sistolik kelompok intervensi sebelum SDB 172 mmHg dan sesudah SDB 140 mmHg. Tekanan diastolik sebelum SDB 100 mmHg, sesudah SDB 85,5 mmHg. Pada kelompok kontrol, rata-rata tekanan sistolik sebelum 176 mmHg, sesudah 155 mmHg dan Diastolik sebelum 88.5 mmHg, sesudah 87 mmHg. Tidak ada pengaruh yang signifikan penurunan tekanan sistolik dan diastolik (p value 0,235 sistolik dan 0,713 diastolik). Bila dilihat sampai minggu ke-4 pelaksanaan SDB, terdapat perubahan penurunan tekanan darah. SDB ini masih tetap dapat direkomendasikan untuk terapi hipertensi non farmakologi.