Institusion
Universitas Pelita Harapan
Author
Nainggolan, Nelly Sisdawati M.
Subject
RT Nursing
Datestamp
2021-09-28 06:50:04
Abstract :
Tahun 2009 WHO mencatat bahwa saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia. Slow Deep Breathing salah satu terapi non farmakologi sangat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, SDB menstimulasi pengeluaran neurotransmitter endorphin yang berefek pada penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SDB dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang tidak patuh mengkonsumsi obat hipertensi di Puskesmas Siloam dan Puskesmas Binong. Desain penelitian menggunakan Quasi experiment dengan Pretes-Posttest Control Group Design. Sementara tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total jumlah responden 31 orang, dimana 16 orang diantaranya masuk pada kelompok intervensi, dan 15 orang pada kelompok kontrol. Pelaksanaan SDB diberikan dengan frekuensi napas 6-10 kali per menit dalam 15 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu pada bulan Oktober dan November 2013 di puskesmas Siloam dan puskesmas Binong. Analisa dengan menggunakan Uji independent t-test (?=0,05) menunjukkan bahwa ada pengaruh pelaksanaan SDB terhadap tekanan darah sistolik dengan nilai p value 0,000. Sedangkan pada tekanan darah diastolik dengan nilai p value 0,007. Kesimpulan terapi SDB dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Saran penelitian, Perawat yang telah mendapatkan pelatihan pelaksanaan SDB perlu melakukan sosialisasi dan aplikasi kepada pasien hipertensi sebagai tindakan mandiri keperawatan.