Abstract :
Commuter marriage merupakan suatu keadaan dimana pasangan yang menikah harus tinggal terpisah antara satu dengan yang lainnya dikarenakan alasan pekerjaan. Fenomena ini dapat memberikan tantangan-tantangan ataupun dampak-dampak negatif terhadap individu dalam menjaga komitmen pernikahan dan marital satisfaction mereka. Dalam hal ini, resilience diyakini dapat membantu mempertahankan marital satisfaction subjek dalam menghadapi situasi mereka. Penelitian ini menggunakan alat ukur CD-RISC (Connor & Davidson, 2003) untuk mengukur resilience dan alat ukur ENRICH Marital Satisfaction Scale (Fowers & Olson, 1993) untuk mengukur marital satisfaction terhadap 54 responden yang melakukan commuter marriage. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara resilience dengan marital satisfaction pada pasangan yang melakukan commuter marriage, dengan r = 0,393 dan koefisien signifikansi sebesar 0,03 (p < 0,05).