Abstract :
Kota Probolinggo pada tahun 2019 tercatat kasus demam berdarah sebanyak 212 kasus dan 3 korban meninggal, kasus demam berdarah yang terjadi menyebar rata keseluruh wilayah kecamatan. Dari tingginya kasus demam berdarah tersebut berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisir angka kasus demam berdarah di Kota Probolinggo. Dalam hal ini pengolahan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (DINKES) belum menggunakan Sistem Informasi Geografis yang dapat mempermudah dalam melakukan pemetaan wabah demam berdarah di kota Probolinggo berbentuk Google Maps.
Metode yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi adalah metode waterfall. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara studi pustaka, Buku dan jurnal yang berhubungan dengan materi Sistem Informasi Geografis, pengumpulan data demam berdarah, serta wawancara. Pembuatan Sistem Informasi Geografis ini menggunakan aplikasi Android Studio, Sublime Text, dan MySql sebagai database. Teknik pengujian aplikasi menggunakan pengujian Black Box.
Hasil dari aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis android ini dapat menampilkan data demam berdarah setiap kelurahan yang ada di Kota Probolinggo yang ditandai dengan marker berbeda warna sesuai 6 pembagian kelas sebagai bahan analisis bagi Dinas Kesehatan (DINKES) Kota Probolinggo. Aplikasi ini terdiri dari 2 pengguna, yaitu web sebagai admin yang dapat memasukkan data demam berdarah dan android sebagai client untuk menampilkan data demam berdarah.