Abstract :
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan tujuan untuk mendeteksi potensi kebangkrutan pada Industry Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014-2017 dengan menggunakan pendekatan Altman Z-score revisi. Populasi dalam penelitian ini adalah Industry Consumer Goods subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014 sampai dengan tahun 2017, dengan pemilihan sampel yang menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 perusahaan makanan dan minuman.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Altman Z-score revisi yang menggunakan 5 rasio, yaitu working capital to total asset ratio (X1), retained earning to total asset ratio (X2), earning before interest and taxes to total asset ratio (X3), book value of equity to book value of liabilities ratio (X4), dan sales to tota asset ratio (X5).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1 perusahaan makanan dan minuman selama tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 yang terdeteksi mengalami kebangkrutan, sebanyak 7 perusahaan terdeteksi mengalami rawan bangkrut dan sebanyak 4 perusahaan terdeteksi tidak mengalami kebangkrutan atau sehat. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak perusahaan makanan dan minuman yang mempunyai kinerja yang tidak efisien dan cenderung kurang baik. Agar terhindar dari resiko kebangkrutan, perusahaan harus segera melakukan perbaikan kinerja keuangan perusahaan dengan cara meningkatkan volume penjualan, menekan biaya-biaya operasional, dan mengoptimalkan penggunaan asset perusahaan.