Abstract :
Prospek tanaman anggur saat ini sangat cerah menyebabkan meningkatnya minat masyarakat untuk bertanam anggur sehingga kebutuhan akan bibit anggur semakin meningkat. Perbanyakan tanaman anggur dapat dilakukan dengan cara stek pucuk guna dapat memanfaatkan limbah atau sisa bagian tanaman yang dibuang setelah pemangkasan. Stek anggur relatif lebih mudah membentuk akar tetapipembentukanakarbisalebihcepat jikadiberizatpengaturtumbuh. Salah satu sumber zat pengatur tumbuh alami yang dapat digunakan sebagai pengganti auksin sintesis dalam pembibitan dengan menggunakan stek pucuk adalah ekstrak bawang merah. ZPT akan efektif pada konsentrasi tertentu. Jika konsentrasi yang digunakan terlalu tinggi maka dapat merusak stek, bila konsentrasiyangdigunakandibawahoptimummakaZPTtersebut tidakefektif. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2019 - Februari 2020 di Kebun Percobaan Cukurgondang, Grati, Pasuruan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium ascalonicu L.) (K0: 0%, K1: 30%, K2: 60% dan K3: 90%) dan faktor kedua adalah macam varietas tanaman anggur (Vitis vinifera L) (V1: Jestro Ag60, V2: Probolinggo Biru-81 dan V3: KediriKuning) dengan3kaliulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul tunas, panajang tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah akar dan berpengaruh tidak nyata terhadap prosentase bibit jadi dengan konsentrasi yang tepat adalah K2 60%. Sedangkan macam varietas tanaman anggur berpengaruh tidak nyata pada semua parameterpengamatansertatidakterjadi interaksipadakeduaperlakuantersebut.