Abstract :
Sistem distribusi air minum sangat berpengaruh pada kebutuhan air bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi diameter pada pipa tersier terhadap debit air di jalur distribusi.Kehilangan energi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas pipa sebagai sarana penghantar aliran air, menyebabkan terjadinya pengurangan debit aliran dalam pipa, adapun faktor ? faktor yang menyebabkan ( NRW ) diantaranya : Fitting pipa yang bocor, banyaknya jumlah elbow, adanya pipa percabangan, serta adanya penyempitan aliran air secara mendadak. Adapun puncak kehilangan air di lapangan ( NRW ) 10,2 % sehingga di perlukan penanganan kebocoran secara sigap, cepat dan efisien demi pelayanan sanitasi air yang optimal. Sedangkan hasil analisa pengaruh variasi diameter yang berbeda pada pipa tersier di peroleh 1. Pipa distribusi dengan diameter 3 ? dan jalur percabangan pipa tersier 1/2 ? di peroleh laju debit sebesar 0,19 L/s sebelum melewati Water Meter dan debit sebesar 0,146 L/s setelah Melewati Water Meter 2 pipa distribusi dengan diameter 2? dan percabangan pipa tersier dengan diameter 1/2 ? di peroleh laju debit sebesar 0,48 L/s sebelum melewati Water Meter dan debit air sebesar 0,14 L/s Setelah melewati Water Meter