Abstract :
Tanaman kedelai (Glycine max) merupakan salah satu komoditi pangan yang mempunyai arti penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Pemangkasan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kedelai yang dilakukan dengan cara memotong ruas tanaman bagian atas. Tujuannya agar sinar matahari dapat menerobos masuk kedalam sela-sela tanaman sehingga merangsang pembentukan cabang-cabang produktif dengan harapan bayak bunga yang terbentuk sehingga jumlah polong yang terbentukpun meningkat lebih banyak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu waktu dan panjang pemangkasan dengan masing-masing 3 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan. Apabila menunjukkan pengaruhg nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNT 5% untuk pengaruh tunggal dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) 5% untuk pengaruh interaksi. Kesimpulan dari penelitian ini: 1) Perlakuan waktu pemangkasan (W) memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap jumlah biji pada perlakuan W3 (30 hari setelah tanam) memunjukkan rerata terbanyak yaitu 64.05. Berat biji basah memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan W1 (20 hari setelah tanam) memunjukkan rerata tertinggi yaitu 26.35 gram. Berat biji kering memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan W1 (20 hari setelah tanam) memunjukkan rerata tertinggi yaitu 13.00 gram. Berat brangkasan basah memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan W1 (20 hari setelah tanam) memunjukkan rerata tertinggi yaitu 66.43 gram dan berat brangkasan kering memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan W1 (20 setelah tanam) menunjukkan rerata tertinggi yaitu 26.76 gram. 2) Perlakuan panjang pemangkasan (P) memberikan pengaruh berbeda nyata pada perlakuan P1 (pemangkasan ruas ke 1 dari atas) yaitu 65.08 memberikan rerata terbanyak. Berat biji basah memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan P0 (Tanpa pemangkasan) yaitu 25.04 memberikan rerata tertinggi. Berat biji kering memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan P0 (Tanpa pemangkasan) yaitu 12.72 memberikan rerata tertinggi. Berat brangkasan basah memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan P0 (tanpa pemangkasan) yaitu 66.97 gram memberikan rerata tertinggi dan berat brangkasan kering memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada perlakuan P1 (pemangkasan pada ruas ke 1 dari atas) yaitu 27.23 gram memberikan rerata tertinggi. 3) Terjadi interaksi yang memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap panjang tanaman yaitu umur 42 HST pada perlakuan W2P0 (30 hari setelah tanam, tanpa pemangkasan) yaitu 56.60 cm, umur 56 HST pada perlakuan W2P0 (30 hari setelah tanam, tanpa pemangkasan) yaitu 67.77 cm dan umur 70 HST pada perlakuan W2P0 (30 hari setelah tanam, tanpa pemangkasan) yaitu 81.90 cm. Jumlah daun memberikan pengaruh berbeda nyata umur 42 HST pada perlakuan W3P2 (30 hari setelah tanam, pemangkasan pada ruas ke 1 dari atas)yaitu 23.10, umur 56 HST pada perlakuan W2P2 (25 hari setelah tanam, pemakasan pada ruas ke 2 dari atas) yaitu 31.03 dan umur 70 HST pada perlakuan W3P2 (30 hari setelah tanam, pemangkasan pada ruas ke 1 dari atas) yaitu 36.37.