Abstract :
Penelitian dilakukan di PG. Wonolangan Dringu Kabupaten Probolinggo
dengan tujuan untuk menganalisis peramalan sebagai dasar pembuatan anggaran
penjualan produk gula.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan variabel
peramalan metode moving average dan weighted moving average dan anggaran
penjualan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dengan melakukan
pengamatan langsung terkait peramalan yang diterapkan, serta wawancara yang
dilakukan dengan pimpinan PG. Wonolangan Dringu Kabupaten Probolinggo
serta metode dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data sekunder, yaitu data
penjualan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan yang telah
dilakukan dengan metode moving average 2 gerakan sebesar 9.061 ton, 3 gerakan
sebesar 8.539 ton dan 4 gerakan sebesar 7.705 ton, sedangkan dengan metode
weighted moving average 2 gerakan sebesar 9.925 ton, 3 gerakan sebesar 9.232
ton, dan 4 gerakan sebesar 8.620 ton. Tingkat akurasi kesalahan peramalan
dihitung dengan menggunakan metode Bias (kesalahan rata-rata), MAD (Mean
Absolute Eror), MSE (Mean Squared Eror) dan MAPE (Mean Absolute Percent
Eror) untuk 2, 3 dan 4 gerakan, untuk menentukan tingkat kesalahan yang paling
kecil. Hasil perhitungan untuk tingkat kesalahan menunjukan kesalahan yang
paling kecil pada metode weighted moving average dengan 2 gerakan, yaitu
untuk metode Bias sebesar 2.201, metode MAD sebesar -2.201, metode MSE
sebesar 9.198.829 dan metode MAPE sebesar 0,19%. Sedangkan untuk anggaran
penjualan untuk peramalan tahun 2021 sebesar 9.925 ton dengan anggaran sebesar
Rp. 94.287.500.000,-. Dari hasil penelitian ini, peneliti memberikan beberapa
saran antara lain 1) sebaiknya perusahaan dalam menerapkan perencanaan
menggunakan metode peramalan sesuai dengan kebutuhan supaya tujuan
perusahaan dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien, 2) untuk peramalan
produk gula sebaiknya menggunakan metode weighted moving average 2
gerakan, karena memiliki tingkat kesalahan yang paling kecil dibandingkan
dengan metode yang lain, 3) sebaiknya PG. Wonolangan Probolinggo membuat
anggaran penjualan setiap tahunnya secara rutin untuk menghindari kerugian yang
lebih besar.