Abstract :
Wabah Corona Virus Disease atau lebih dikenal dengan nama virus
Corona atau covid-19 yang pertama kali terdeteksi muncul di Cina tepatnya di
Kota Wuhan Tiongkok pada akhir tahun 2019. Virus ini kemudian mendadak
menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut
ribuan nyawa manusia dalam waktu yang relatif singkat. Hampir kurang lebih 200
negara di dunia terjangkit virus corona termasuk Indonesia. Berbagai upaya dalam
rangka pencegahan, pengobatan, dan sebagainya pun telah dilakukan dalam
mencegah penyebaran virus corona, hingga lockdown dan social distancing di
kota-kota besar sudah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus korona.
karna sosial distancing akhirnya masyarakat termasuk Mahasiswa juga
hanya dapat berkomunikasi melalui media sosial dan media massa yang
menyebabkan timbulnya banyak berita hoax. berita hoax yang telah tersebar ini
memunculkan berbagai macam perspektif berkembang di berbagai ruang publik
dan salah satu ruang publik ini adalah ruang diskusi dan argumentasi mahasiswa.
maka dari itu penelitian ini wajib untuk dilakukan. setelah penelitian ini berjalan,
hasil yang diperoleh peneliti adalah Berita Hoax Covid-19 dapat mempengaruhi
mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Panca
Marga (UPM).
Masih banyak Mahasiswa yang membeli antibiotic karena menganggap
bahwa antibiotic mampu mencegah Covid-19. Masih ada Mahasiswa yang
merokok karena beranggapan agar tidak tertular Covid-19. Bahkan yang terakhir
meski banyak mahasiswa yang percaya bahwa vaksin aman, tetap saja ada
Mahasiswa yang tidak bersedia divaksin. Narasi tersebut membuktikan bahwa ada
keraguan pada diri dan pikiran Mahasiswa sehingga menyebabkan adanya
pengaruh terhadap berita Hoax yang sudah beredar di sosial media maupun berita
acara internet.
Serta tetap adanya kegiatan perkuliahan seperti biasa meskipun secara
daring.. Mahasiswa yang perlu bimbingan dengan dosen tetap melaksanakan
bimbingan baik secara daring atau tatap muka di kampus dengan menerapkan
protokol kesehatan. Begitu pula dengan mahasiswa yang perlu mengurus
administrasi pembayaran kuliah. Karena kegiatan kampus tetap berjalan seperti
sebelum pandemi hanya secara teknis berbeda maka Suka tidak suka mahasiswa
yang terpengaruh hoax maupun mahasiswa yang tidak percaya hoax sama-sama
melaksanakan kegiatan sebagaimana mestinya.