Abstract :
Peranan dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku yang teratur, yang
ditimbulkan karena suatu jabatan tertentu. Kepribadian seseorang amat
mempengaruhi bagaimana peranan harus dijalankan. Peranan timbul karena
seorang pemimpin memahami bahwa dia bekerja tidak sendirian. Dia dipengaruhi
dan memengaruhi lingkungan, yang setiap saat dia perlukan untuk berinteraksi.
Masyarakat di kecamatan Wonoasih Mayoritas sebagai para pelaku Usaha mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) terutama di bidang Kuliner, sehingga Dinas
Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Probolinggo
memiliki suatu peran untuk mengatasi atau memberikan sebuah solusi di setiap
permasalahan yang ada seperti permasalahan Modal, Skil dan juga Pemasaraan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Probolinggo dalam
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Study UMKM
Kuliner Wonoasih) dan Untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan
penghambat menganalisis Peran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan
Perdagangan Kota Probolinggo dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (Study UMKM Kuliner Wonoasih). Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif menurut
Sugionoyang terdiri dari pengumpulan data, Pengurangan Data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
menganalisis Peran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota
Probolinggo dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Mikro Kecil dan
Menengah telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat untuk para pelaku
UMKM terutama dalam perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat di
Kecamatan Wonoasih, untuk faktor yang mendukung yakni Organisasi,
Komunikasi dan pelayanan sedangkan untuk faktor penghambat yakni faktor
kompetensi dan sarana pelayanan.