Abstract :
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN Ranuagung I kabupaten
Probolinggo yang terdiri dari 17 siswa dengan siswa laki-laki berjumlah 8 siswa
dan siswi perempuan berjumlah 9 siswi. Jenis penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus
adapun tahapan dalam melakukan penelitian ini meliputi tahap perencanaan,
pelaksanaaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan prestasi belajar IPS dengan menggunakan Model Cooperative
Learning Tipe Two Stay Two Stray. Data yang diperoleh pada penelitian yaitu
prestasi belajar kognitif, afektif, dan prikomotor siswa setelah diterapkan Model
Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray. meningkat yaitu dapat dilihat
dari hasil bahwa hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran IPS
dengan menggunakan model pembelajaran cooperative tipe two stay two stray
pada siklus I dan siklus II dapat meningkatkan ranah kognitif, afektif dan
psikomotor siswa. Pada nilai kognitif siswa yang mencapai KKM 65 terdapat 9
siswa (53%) mengalami peningkatan pada siklus 1 siswa yang mencapai KKM
terdapat 14 siswa (82%) dan pada siklus ke 2.
Prestasi belajar ranah afektif, terdapat 1 siswa (6%) mendapat skor sangat
baik, 12 siswa (70%) mendapat skor baik, 3 siswa (18%) mendapat skor cukup
baik dan 1 siswa (6%) mendapat skor kurang baik pada siklus 1, dapat terlihat
pada capaian persentase yang meningkat pada siklus 2 menjadi 2 siswa (12%)
mendapat skor sangat baik, 12 siswa (70%) mendapat skor baik, 2 siswa (12%)
mendapat skor cukup baik dan 1 siswa (6%). Dari siklus 1 ke siklus ke 2 juga
mengalami peningkatan yaitu seluruh siswa mendapat skor afektif dengan kriteria
sangat baik dan kriteria baik.
Sedangkan pada psikomotor, terdapat terdapat 11 siswa (65%) mendapat
skor sangat baik, 6 siswa (35%) mendapat skor baik, tidak ada siswa yang
mendapat skor cukup baik dan skor kurang baik pada siklus 1. Peningkatan hasil
belajra psikomotor meningkat dapat terlihat pada capaian persentase yang
meningkat pada siklus 2 menjadi 12 siswa (70%) mendapat skor sangat baik, 5
siswa (30%) mendapat skor baik, tidak ada siswa yang mendapat skor cukup baik
dan skor kurang baik . Dari siklus 1 ke siklus ke 2 juga mengalami peningkatan
yaitu seluruh siswa mendapat skor psikomotors dengan kriteria sangat baik dan
kriteria baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model
Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray pada pembelajaran IPS dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Ranuagung I kabupaten
Probolinggo.