Abstract :
Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan
untuk menjaga suatu barang sampai kondisi yang bisa diterima.Tingginya angka
kerusakan (tahun 2020 ship unloader unit 1 sebanyak 9 kali breakdown, ship unloader
unit 2 sebanyak 5 breakdown) berakibat nilai OEE-nya rendah. Tingkat keandalan ship
unloader beresiko tidak tercapai karena memenuhi tuntutan target pembongkaran batu
bara.Tujuan penelitian untuk menentukan tingkat efektivitas sistem pemeliharaan pada
unit ship unloader, faktor penyebab ketidakefektivan, dan usaha untuk menaikkan
efektivitas pemeliharaan ship unloader dengan penerapan OEE dan RCM. Metode
penelitian menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Reliability
Centered Maintenance (RCM).
Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas sistem pemeliharaan ship unloader
periode Januari-Juni 2020 tergolong rendah dengan nilai OEE ship unloader unit 1 rata-rata
sebesar 5%, sedangkan nilai OEE ship unloader unit 2 rata-rata sebesar 6%, dimana nilai OEE
tersebut masih jauh dibawah standar Japan institute of plant maintenance yaitu sebesar 85%.
Faktor penyebab ketidakefektivan karena rendahnya nilai availability rate pada unit 1 (26%) dan
unit 2 (28%), rendahnya nilai performance rate pada unit 1 (26%) dan unit 2 (25%), serta
rendahnya nilai quality rate pada unit 1 (80%) dan unit 2 (82%).
Hasil analisis dengan metode RCM untuk menaikkan efektivitas unit ship unloader
meliputi hasil penyusunan FMEA ada 7 komponen yang perlu dipelihara dengan tepat, dari hasil
LTA kegagalan komponen pada unit ship unloader sebagian besar (69%), komponen berada pada
kategori outage problem (B) sejumlah 18 komponen menjadi penyebab kegagalan total pada unit
tersebut, sedangkan kategori hidden failure (D/C) sebesar 19% dengan jumlah 5 komponen, untuk
kategori A (Safety problem) sebesar 12% dengan jumlah 3 komponen. Sedangkan hasil pemilihan
tindakan dengan metode RCM, terdapat 17 komponen unit ship unloader yang direncanakan
tindakan Condition directed, 3 komponen dengan tindakan Time directed, dan 6 komponen
tindakan Finding failure.