Abstract :
Kebutuhan bahan bakar menjadi hal yang sangat penting pada zaman
sekarang ini. Semakin tingginya konsumsi bahan bakar mengakibatkan
menipisnya cadangan sumber daya minyak yang ada. Bioetanol merupakan
salah satu energi alternatif yang berasal dari biomassa yang mengandung gula,
pati maupun selulosa. Ampas tebu merupakan limbah padat yang mengandung
substrat lignoselulotik yang berpotensial untuk produksi bioetanol. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik api terhadap komposisi
penambahan bioetanol pada pertamax sebagai campurannya, dengan variasi
campuran (B0, B5, B10 dan B15). Pengujian dilakukan dengan menggunakan
metode pembakaran premix. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan
metode deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan penambahan bioetanol
dapat mempengaruhi karakteristik api. Bentuk api mengalami perubahan dari
bentuk kerucut mengalami perbesaran sudut kerucut seiring dengan
penambahan prosentase. Tinggi nyala api mengalami penurunan, nyala api
tertinggi pada B0 dengan tinggi 12,79 mm, tinggi nyala api terendah pada B15
dengan nilai 10,27 mm. Kecepatan Pembakaran mengalami kenaikan,
kecepatan tertinggi pada B15 dengan nilai 32,753 cm/s dan kecepatan terendah
pada B0 dengan nilai 22,253 cm/s.