DETAIL DOCUMENT
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BIBIT DAN KONSENTRASI POC TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH(Allium ascolanicum L.)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Panca Marga
Author
BAHAUDIN, AHMAD
Subject
Fakultas Pertanian 
Datestamp
2023-06-10 06:37:01 
Abstract :
Di Indonesia, jamur mulai di kenal dan dibudidayakan pada tahun 1950-an. Jamur mulai berkembang pesat sejak diera krisis ekonomi pada tahun 1998. Di antara jenis jamur yang dibudidayakan yaitu jamur tiram. Jamur yang cukup populer dan paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Jamur tiram putih merupakan jenis jamur kayu, karena jamur tersebut tumbuh pada media kayu lapuk. Jamur ini tumbuh di daerah subtropis, daerah beriklim sedang dan daerah trpis dengan lingkungan yang sesuai. Pada era milenial seperti saat ini banyak hal yang sudah di kembangkan baik dalam sektor teknologi hingga segi pertanian, dalam sektor pertanian sudah banyak inovasi yang di kembangkan baik tanaman tahunan hingga tanaman semusim Hal ini juga berdampak pada inovasi dan pengembangan jamur tiram putih dengan berbagai cara di kembangkan untuk mendapatkan hasil barang konsumtif yang baik bagi masyarakat. Jamur tiram sudah sangat familiar di mata masyarakat indonesia dengan jumlah permintaan jamur yang banyak namun petani jamur yang relatif sedikit sehingga jumlah jamur yang tersedia sangat terbatas dan tidak dapat menyeluruh, jamur tiram putih dapat dikatakan sayuran milenial karena sering di inovasi untuk masakan ? masakan modern. Prospek usaha jamur tiram putih ini akan menguntungkan jika produktivitas jamur tiram putih meningkat. Untuk membudidayakan jamur tiram putih ini diperlukan serbuk kayu sebagai media tanam, serbuk kayu yang digunakan adalah serbuk kayu sengon karena sengon memiliki struktur kayu yang keras dan banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak, selain serbuk kayu juga diperlukan bekatul dan kapur. Bekatul berfungsi sebagai nutrisi dan sumber karbohidrat, karbon dan nitrogen, karbon digunakan sebagai energi utama sedangkan nitrogen untuk membangun miselium. Kapur berfungsi untuk menjaga keasaman media dan sumber mineral, selain menggunakan media tanam serbuk gergaji, bekatul dan kapur juga digunakan media tambahan molase atau tetes tebu sebagai penambah nutrisi jamur tiram putih. 
Institution Info

Universitas Panca Marga