Abstract :
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih dihadapi oleh Indonesia.
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, pada 2015 terdapat 20,5 % balita di Kota Probolinggo
mengalami stunting. Pada 2016, angka stunting terus bertambah menjadi 27,6 %. Angka stunting
terus melonjak pada 2017 menjadi 30,4 % dan pada 2018 prevalensi stunting di Kota Probolinggo
naik sebesar 30,5 %. Stunting merupakan kondisi dimana ketidaksesuaian antara tinggi badan
dengan usia yang disebabkan kondisi kurang gizi dalam waktu yang lama sehingga anak tumbuh
lebih pendek dari pada anak normal seusia nya. Dalam upaya untuk mengukur efektivitas untuk
menekan masalah stunting, pemerintah telah melaksanakan dan membentuk gerakan nasional
pencegahan stunting dan bekerja sama dengan kemitraan multi sektor. Pemerintah berupaya
mengatasi masalah tersebut melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan dilaksanakannya
intervensi Family Development Session (FDS).
FDS merupakan proses belajar masyarakat untuk memperkuat terjadinya perubahan perilaku.
Secara umum FDS bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai pentingnya
pendidikan, kesehatan dan pengelolaan keuangan bagi keluarga. Kegiatan FDS diimplementasikan
kepada masyarakat dengan konsep belajar dalam kelompok yang sudah dibentuk, hal ini bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penerima manfaat dengan modul-modul
pembelajaran yang ada.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas FDS program PKH dalam upaya
menurunkan angka stunting pada anak di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Jenis penelitian
ini menggunakan kuantitatif, populasi yang ada maka jumlah minimum sampel yang diambil
dapat dihitung dengan rumus slovin maka responden yang didapat berjumlah 95 responden yaitu
peserta KPM PKH yang berada di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan kuesioner (angket) yang disebarkan melalui grup WhatsApp. Pilihan
jawaban yang digunakan dalam kuesioner berupa skala likert.. Metode perhitungan dalam
penelitian ini yaitu Importance Performance Analysis (IPA). Analisis ini dilakukan dengan metode
membandingkan data (importance) dengan (performance).
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peringkat tertinggi adalah 91,97% yang
merupakan variabel tepat sasaran tentang program tersebut, Family Development Session (FDS)
peserta tidak saja diberi ilmu oleh pendamping tapi juga motivasi, sedangkan peringkat terendah
adalah 78,33% yaitu Peserta PKH menjadi lebih aktif dalam berdiskusi dan sharing pengalaman,
terjadinya perubahan pola pikir yang positif di dalam variabel perubahan nyata. Sehingga rata ?
rata adalah 82,53%, artinya masuk dalam kategori sangat efektif.Setelah itu dibuatlah sebuah
kuadran untuk mengelompokkan atribut ? atribut tersebut. . Masing ? masing kuadran diisi oleh
atribut ? atribut yang masuk ke masing ? masing kuadran disesuaikan dengan hasil hitung nilai
rata ? rata importance dan performance. Kuadran I (Prioritas Utama) : Atribut pada kuadran ini
menunjukkan rata ? rata skor importance tinggi dan rata ? rata skor performance rendah, nomor
atribut : 3,4,5,12,13,17,23,25. Kuadran II (Pertahankan Prestasi) : Atribut pada kuadran ini
menunjukkan rata ? rata skor importance tinggi dan rata ? rata skor performance tinggi, nomor
atribut : 2,6,8,9,10,14,20,21. Kuadran III (Prioritas Rendah) : Atribut pada kuadran ini
menunjukkan rata ? rata skor importance rendah dan rata ? rata skor performance rendah, nomor
atribut : 7,16,18,19,24. Kuadran IV (Berlebihan) : Atribut pada kuadran ini menunjukkan rata ?
rata skor importance rendah dan rata ? rata skor performance tinggi, nomor atribut : 1,11,15,22.