Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai Peran seorang Terapis dalam mengembangkan Interaksi Sosial pada Anak Autis di sekolah TKIT Permata Kota Probolinggo.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengguakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif menurut Sugiyono yanng terdiri dari reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Peran Terapis dalam mengembangkan interaksi sosial anak autis ; a)Terapis sebagai fasilitator, terapis mendampingi dan memberikan metode pembelajaran yang memudahkan anak untuk memahami materi pembelajaran, b)Terapis sebagai pembimbing, terapis mengajak ,mengarahkan dan membimbing anak untuk meningkatkan interaksi sosial), Terapis sebagai motivator,terapis memberikan dorongan dan motivasi agar anak dapat aktif berinteraksi sosial. 2) Kendala terapis dalam menangani anak autis; untuk memberikan sarana dan prasarana yang kurang memadai dan menambah sumber daya manusia untuk menjadikan penyembuhan anak dengan gejala autis ringan maupun berat terpenuhi. Kualitas Sumber daya manusia juga menjadi peran penting menunjang keberhasilan seorang anak untuk sembuh.
3) Dampak terapis dalam menangani anak autis; Dampak yang dibutuhkan dengan jumlah 53% sudah cukup memuaskan untuk terapis, dari sekian banyak terapis dan murid yang memiliki gejala autis jenis ringan maupun berat, terapis berupaya supaya dapat memberikan pengajaran selama kegiatan belajar mengajar berlangsung didalam kelas.