Abstract :
Secara umum kedisiplinan siswa di MA Walisongo sudah baik namun
nyatanya di lapangan masih ada beberapa siswa yang tidak menaati peraturan tata
tertib dalam melakukan aktivitas kegiatan yang ada di MA Walisongo Gending.
Dari sinilah peneliti tertarik untuk mengungkapkan masalah peran kepala
madrasah dalam pembinaan kedisiplinan siswa di MA walisongo Gending
kabupaten Probolinngo tahun pelajaran 2022.
Penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif
deskriptif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah MA Walisongo Gending. Teknik
sampling yang digunakan oleh peneliti yaitu teknik snowball. Teknik
pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti antara lain: observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik
deskriptif, sedangkan pengecekkan keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala madrasah dalam
pembinaan kedisiplinan siswa bagus karena mampu memimpin dengan baik,
tanggung jawab, memberikan motivasi dan keteladanan, melaksanakan
pengawasan serta evaluasi dan mengelola segenap sumber daya yang ada di
lembaga guna menggapai tujuan kedisiplinan pada diri siswa. Akan tetapi
program kegiatan tidak terlaksana dengan semaksimal mungkin karena masih ada
beberapa guru yang tidak mendukung atau melaksanakan tugasnya yang
mengakibatkan masih ada beberapa siswa yang tidak memberlakukan nilai-nilai
kedisiplinan. Diketahui faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung
yaitu lingkungan yang bersih, sarana prasarana yang memadai, pendidik, OSIS
dan buku DKK siswa sedangkan faktor penghambatnya yaitu lingkungan
sekitarnya, salah memilih dalam berteman, rumah siswa yang berada di plosok
dan fasilitas kendaraan siswa yang tidak memadai. Adapun solusi kepala
madrasah dalam membina kedisiplinan siswa melakukasan pembiasaan dengan
sholat dhuha, dhuhur, istighosah dan tilawah, mengadakan home visit yang
dilaksanakan wali kelas dan memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar
tata tertib. Akan tetapi solusi yang sudah dilakukan oleh kepala madrasah tidak
terlaksana semaksimal mungkin karena masih ada beberapa siswa dan guru yang
tidak berpartisipasi dalam melaksanakannya.