Abstract :
Kentang (Solanum Tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang diperkaya akan karbohidrat yang lebih tinggi dari beras, jagung, gandum dan mampu berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Untuk mendapatkan hasil produksi kentang yang maksimal kita perlu memperhatikan apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil pada tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemotongan cabang, bobot umbi bibit dan menganalisis ada atau tidaknya interaksi antara pemangkasaan cabang dengan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.). Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu menggunakan 4 taraf perlakuan, sedangkan bobot umbi bibit menggunakan 3 taraf perlakuan dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, pada masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 10 tanaman. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan pemangkasan P3 (pemangkasan 6 cabang) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada pengamatan ke 14,28 dan 35 HST, perlakuan bobot umbi bibit B3 (40-49 gr) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah batang utama, jumlah daun, jumlah umbi pertanaman, bobot umbi pertanaman,brangkasan kering dan brangkasan basah dan terjadi interaksi antara perlakuan pemangkasan enam cabang dan bobot umbi bibit 40-49 gr (P3B3) pada parameter tinggi tanaman umur 14,21 dan 28 HST.