Abstract :
Jamur tiram merupakan jenis jamur kayu yang awalnya tumbuh secara alami pada batang-batang pohon yang telah mengalami pelapukan di daerah hutan. Secara ekonomis, jamur tiram dapat dimanfaatkan menjadi makanan olahan dalam upaya peningkatan gizi masyarakat. Guna meningkatkan hasil produksi jamur tiram putih perlu dilakukan upaya penambahan nutrisi dari luar dalam bentuk nutrisi tambahan yang digunakan sebagai bahan penunjang untuk media tumbuh. Nutrisi yang ditambahkan sebaiknya yang aman dikonsumsi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu pemberian nutrisi tambahan (P) sebanyak 3 taraf perlakuan dan dosis nutrisi tambahan (D) sebanyak 4 taraf perlakuan dengan 3 kelompok ulangan. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka analisis dilanjutkan Uji BNT pada taraf 5% dan jika terdapat interaksi maka dilanjutkan Uji DMRT 5% . Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Perlakuan pemberian nutrisi tambahan air cucian beras (P1) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih dan memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah tudung, berat badan buah, (2) Perlakuan pemberian dosis nutrisi tambahan dosis 100ml/baglog (D2) memberikan hasil terbaik pada parameter waktu pemenuhan miselium, waktu muncul pinhead, berat badan buah, dan jumlah tudung jamur tiram putih, (3) Terjadi interaksi antara pemberian nutrisi tambahan air cucian beras dan dosis nutrisi tambahan dosis 100ml/baglog (P1D2) terhadap semua parameter.