Abstract :
Implementasi merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individuindividu, pejabat-pejabat atau kelompok pemerintahan ataupun swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan. Sehingga Pemerintah Kota Probolinggo membuat suatu inovasi yakni program Pelita Si Abah. Pelita Si Abah merupakan sebuah inovasi pemanfaatan limbah padat maupun cair untuk bisa dimanfaatkan kembali dengan menghasilkan suatu produk baru dan energi baru yang dilakukan oleh pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Probolinggo. Inovasi Pelita Si abah ini dapat menghasilkan produk dan energi baru dengan pemanfaatan limbah tahu menjadi biogas. Pelita Si Abah (Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan) dapat menghantarkan Pemerintah Kota Probolinggo meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik nasional tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana impelementasi program Pelita Si Abah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dalam Implementasi Program Pelita Si Abah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif menurut Miles And Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program Pelita Si Abah telak terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar, untuk faktor yang mendukung terhadap implementasian program Pelita Si Abah yakni Inter Organisasi, dan Sumber Daya sedangkan untuk faktor penghambat yakni faktor eksternal dan faktor internal.