DETAIL DOCUMENT
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN TUNAI PEDAGANG KAKI LIMA DAN WARUNG (BTPKLW) KOTA PROBOLINGGO DI MASA PANDEMI COVID- 19
Total View This Week0
Institusion
Universitas Panca Marga
Author
Dzulkarnain, Rangga
Subject
Fakultas Sosial dan Ilmu Politik 
Datestamp
2024-02-29 01:54:06 
Abstract :
Pandemi Covid-19 membuat keadaan di Indonesia semaki terpuruk. Perekonomian yang melonjak turun drastis, angka kematian semakin naik. keterbatasan mobilitas masyarakat membuat roda kehidupan manusia pada umumnya terhenti, terutama bagi para pedagang kaki lima yang merupakan golongan Pekerja yang melibatkan pertemuan pembeli dan penjual dalam proses transaksi jual beli. Akibat peraturan pemerintah dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam menekan angka kematian dari Covid-19 membuat para PKL terhimpit pemasukan ekonominya. Mengetahui adanya efek ekonomi yang menurun dan merugikan dikalangan pedagang, maka presiden memberikan perintah langsung kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk membagikan bantuan yang di khususkan pada para pedagang kaki lima dan warung. Program bantuan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung diselenggarakan oleh Polres Kota Probolinggo yang menargetkan pemberian nominal dana senilai 1.2 juta untuk para pedagang kaki lima dan warung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menyajikan gambaran mengenai Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung. Dan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara kepada narasumber dan dokumentasi dengan beberapa pihak terkait. Peneliti ingin meneliti dari aspek implementasi dalam proses penyelenggaraan BTPKLW ini apakah sudah terealisasikan dengan benar dengan menggunakan teori Van Horn dan Meter Hasil kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung ini sudah berjualan dengan lancar secara umum. Dengan standar tujuan yang jelas para penyelenggara dari pihak Polres khususnya bagian keuangan yang menyalurkan bantuan dapat memahami dengan jelas sipa target dan tujuan mereka. dalam sumber daya menunjukan beberapa aset anggota yang kompeten dalam menjalan bantuan ini, diantaranya dari Seksi Keuangan (Sikeu) yang menyalurkan bantuan dan dengan bantuan Babinkamtibnas dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Karakteristik dari pelaksana juga sesuai kompetensi, Seksi Keuangan yang juga menyalurkan bantuan sekaligus memonitor arus bantuan dalam distribusinya kepada masyarakat yang juga diawasi oleh Kapolri. Proses Komunikasi juga berjualan terstruktur dari presiden menuju ke Mabes Polri yang langsung dipertintahkan kepada tingkat polres kota dalam Penyaluran bantuan. Tapi dalam beberapa indikator juga mengalami sedikit kendala yaitu dalam proses pendataan yang menggunakan aplikasi. Dalam menyaring data, sering kali ditemukan eror karena banyaknya instansi polri yang mengakses di waktu yang sama dan juga keterbatasan personil dalam bantuan. 
Institution Info

Universitas Panca Marga