Abstract :
Matematika adalah benda-benda pikiran yang sifatnya abstrak. Dalam
hal ini dapat diartikan bahwa objek matematika tidak mudah dipahami dengan
panca indera. Dengan demikian tidak mengherankan jika sebagian besar siswa
pada saat pembelajaran matematika minat belajar siswa sangat rendah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif,
tekhnik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara,
dokumentasi dan angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan
triangulasi tekhnik.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi alat peraga 3
dimensi dapat dijadikan solusi pembelajaran matematika. Perencanaan
pembelajaran menggunakan alat peraga 3 dimensi disusun secara sistematis oleh
guru dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan mengguankan alat
peraga 3 dimensi sudah sesuai dengan materi. Upaya tersebut dilaksanakan untuk
membantu dan memudahkan siswa dalam proses belajar matematika.