Abstract :
Dalam kegiatan pembelajaran siswa kurang terlibat dalam proses
pembelajaran yaitu ketika guru mengadopsi metode pembelajaran yang monoton
sehingga hal tersebut dapat membuat motivasi siswa dalam belajar menurun.
Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dibutuhkan suatu metode
pembelajaran yang dapat melibatkan siswa. Bertolak dari konteks yang terjadi
maka dalam penelitian ini difokuskan pada tiga permasalahan: (1) Bagaimana
implementasi metode pembelajaran peer teaching methods dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa kelas VII Pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
(P5) Di SMP Nurul Islam Kota Probolinggo, (2) Apa saja kendala yang dihadapi
dalam mengimplementasikan metode pembelajaran peer teaching methods dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Nurul Islam Probolinggo,
(3) Bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengimplementasikan metode
pembelajaran peer teaching methods dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
pada projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Nurul Islam Probolinggo.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif. Prosedur
pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek
penelitian kepala sekolah, wali kelas, guru mapel, dan siswa SMP Nurul Islam
Probolinggo. Setelah dilakukan pengumpulan data kemudian dilakukan analisis
data secara kualitatif diantaranya reduksi data dan display data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Peer Teaching
Methods cukup efektif karena dapat membantu siswa untuk belajar secara
mandiri, aktif, kreatif, dan bernalar kritis hal tersebut sesuai dengan dimensi
dalam nilai-nilai pancasila. Dalam pelaksanaannya siswa terlibat dalam
pembelajaran karena pembelajaran berpusat pada siswa (student centered) dan
guru sebagai fasilitator atau narasumber. Terdapat kendala dalam pelaksanaannya
yaitu 1) peserta didik menjadi kurang serius dalam belajar, 2) sulit dalam
menentukan tutor. Solusi akan kendala tersebut 1) Diberikan
sanksi/hukuman/teguran , 2) memilih tutor berdasarkan kriteria yaitu siswa yang
aktif berbicara didalam kelas, siswa yang menguasai materi dan siswa yang
percaya diri. Projek yang diselenggarakan adalah suara demokrasi. Dengan
demikian peserta didik mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter
sekaligus untuk belajar dari lingkungan.