Abstract :
Sisa makanan (food waste) merupakan suatu isu global yang sedangmenjadi
pusat perhatian di dunia ). Sisa makanan (food waste) merupakan hilangnya pangan
yang terjadi diakhir rantai pangan dari proses penjualan konsumsi akhir yang
berhubungan dengan perilaku penjualan dan konsumen.
Tujuan penelian ini mencegah sisa mie basah; menghitung potensi food
waste dan nilai kehilangan sisa mie;serta menghitung biaya produksi dan nilai
tambah dari pengolahan sisa mie basah pada UD Berkah dengan menggunakan
metode Full Costing. Food waste dapat ditangani dengan mengolahsampah sisa mie
dengan cara mengubah kembali menjadi produk yang mempunyanilai jual. Inovasi
ini dapat meningkatkan hasil keuntungan penjualan yang didapatkan karena tidak ada
sisa adonan yang terbuang.
Adapun hasil dari penelitian iniu timbulan food waste dan nilai kehilangan
ekonomi yang terjadi dalam setahun mencapai 294,7 kg. Nilai kehilangan pertahun
dengan menggunakan metode pendekatan bahan mentah makanan didapatkan
sebesar Rp. 10.639.200, perhitungan dengan menggunakan metode harga pokok
akhir makanan didapatkan sebesar Rp 9.173.500. Sedangkan perhitungan dengan
menggunkan metode pendekatan harga biaya produksi sebasar Rp 60.388.235.
2.Hasil perhitungan HPP menunjukkan total biaya yang dikeluarkan perharinya yaitu
Rp 1.165.551,34, di mana untuk 255 mangkok mie ayam didapatkan HPP persatuan
sebesar Rp 5.250,68. Pendapatan penjualan selama setahun diperoleh sebesar
Rp543.375.000. Sedangkan nilai kehilangan dari pendapatan penjualan selama
setahun didapatkan sebesar Rp. 489.825.000. Satuan perkilo pembuatan kerupuk mie
didapatkan Rp163.000 dengan HPP sebesar Rp 81.500, sehingga HPP akhir
didapatkan sebesar Rp 1.358. Berdasarkanhasil perhitungan HPP tersebut.