Abstract :
Dalam penggunaan energi fosil yang terus-menerus dapat memberikan dampak
krisis energi dan pencemaran lingkungan Gas Rumah Kaca (GRK) ini merupakan faktor
penyebab dari perubahan iklim. Mobil listrik merupakan salah satu solusi permasalahan-
permasalahan tersebut. Karena mobil listrik itu menggunakan sumber daya listrik yang
bersih dan dapat diperbarui untuk menggerakkan kendaraannya, sehingga bisa
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terbatas.
Dalam penggunaan mobil listrik, masih ditemukan kendala saat pengereman.
Dimana saat pengereman Sebagian besar energi kinetik terbuang menjadi energi panas
akibat pengereman konvensional sehingga perlu memanfaatkan energi kinetik pada mesin
menjadi energi listrik dengan mengubah fungsi motor listrik menjadi generator. Sistem
pengereman ini disebut regenartive brake, yang dapat memperpanjang jarak tempuh pada
kendaraan listrik.
Penelitian ini menganalisa penggunaan regenerative brake pada mobil listrik 4
penumpang yang bertype city car. Langkah awal adalah menentukan porsi yang sesuai
antara regenerative brake dengan rem mekanis dengan menentukan kurva pengereman
yang disesuaikan dengan batas maksimum kurva pengereman ideal dan batas minimum
kurva pengereman standar ECE. Setelah diperoleh porsi pengereman yang sesuai,
selanjutnya menentukan gaya pengereman elektrik dan pengereman mekanik. Langkah
selanjutnya adalah membuat model simulasi pengereman regenerative brake pada
software Matlab-Simulink. Langkah terakhir adalah mencari efisiensi sistem regenerative
brake dengan membandingkan energi yang tersedia dengan energi bangkitan.
Dari penelitian diperoleh porsi regenerative brake pada koefisien gesek jalan 0,8
sebesar 0,137 dengan gaya pengereman 1976,98 N. Porsi ini bisa berbeda tergantung
koefisien gesek jalannya. Energi bangkitan yang diperoleh dari sistem regenerative brake
sebesar 1,7623 kWh pada koefisien gesek jalan 0,8 dengan efisiensi 67,31%.