Abstract :
Kereta cepat di Indonesia masih menggunakan double rell sehingga gaya gesek dan
getarannya masih sangat tinggi, dengan demikian dapat menimbulkan kegagalan
las terhadap sambungan las seperti retak, lepas, maupun patah pada sambungan
rangka, pintu dan pada gerbang karena mengalami pengerasan di sambungan las.
Melalui penelitian ini dilakukan PWHT baja SS400 Metode Q-P-T variasi holding
time partitioning 10 menit, 15 menit, dan 20 menit pada temperatur 350?C
kemudian dilakukan pengujian mekanik yaitu uji tarik, uji kekerasan dan uji
mikrostruktur. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kekuatan tarik rata-rata
tertinggi pada variasi holding time 10 menit dengan nilai 301, 18 MPa dan
elongasi18,45%. Uji kekerasan pada Base Metal tertinggi di variasi holding time 10
menit sebesar 133 VHN, uji kekerasan pasa HAZ tertinggi pada variasi holding time
15 menit sebesar 133 VHN dan uji kekerasan pada Weld Metal tertinggi pada variasi
holding time 10 menit sebesar 213 VHN. Mikrostruktur yang didapat yaitu pearlite
dan ferrite dengan nilai pearlite tertinggi pada Base Metal dan Haz dimiliki variasi
holding time 15 menit sebesar 11,2% dan 19%, sedangkan pada Weld Metal dimiliki
variasi holding time 10 menit sebesar 33%. Metode ini menghasilkan kekuatan tarik
dan kekerasannya mengalami penurunan tetapi elongasi dan tingkat keuletannya
meningkat.