Abstract :
Jumlah sampah plastik yang terus meningkat mengakibatkan pencemaran
pada lingkungan. Salah satu penyebab pencemaran pada lingkungan adalah
disebabkan meningkatnya konsumsi kebutuhan manusia dan rendahnya kesadaran
pendidikan masyarakat. Maka dari itu perlu adanya proses daur ulang yang lebih
menjanjikan dan berprospek kedepan. Salah cara untuk mengurangi sampah
plastik yaitu dengan cara mengonversi sampah plastik menjadi minyak bahan
bakar alternatif dengan metode pirolisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh campuran bahan bakar sampah plastik polipropilena pada
kendaraan terhadap uji konsumsi, emisi gas buang, dan performa dengan
penyampuran bahan bakar polipropilena 5%, 10%, 15% dan dengan penambahan
Hydrocarbon Crack System (HCS). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Produksi Universitas Panca Marga Probolinggo dengan metode eksperimental.
Hasil dari pengujian terhadap konsumsi bahan bakar paling irit terdapat pada
campuran bahan bakar sampah polipropilena 15% dengan penambahan
Hydrocarbon Crack System (HCS) terbaca pada rpm 1.000 yang mengkonsumsi 6
ml bahan bakar dan pada rpm 7.000 terbaca 17 ml. Data terbaik dari pengujian
dengan penyampuran bahan polipropilena 15% tanpa Hydrocarbon Crack System
(HCS) untuk emisi gas buang pada kadar CO pada rpm 7.000 terbaca 0,02%. Data
terbaik dari pengujian dengan penyampuran bahan bakar polipropilena 10% tanpa
Hydrocarbon Crack System (HCS) untuk emisi gas buang pada kadar HC nilai
terendah pada rpm 7.000 terbaca 41 ppm. Data terbaik dari pengujian dengan
penyampuran bahan bakar polipropilena 15% tanpa Hydrocarbon Crack System
(HCS) untuk emisi gas buang pada kadar CO2 nilai tertinggi pada rpm 7.000
terbaca 13,4%. Data terbaik dari pengujian dengan penyampuran bahan bakar
polipropilena 15% dengan penambahan Hydrocarbon Crack System (HCS) untuk
emisi gas buang pada kadar O2 pada rpm 7.000. Data terbaik dari pengujian
performa dengan penambahan Hydrocarbon Crack System (HCS) dan
penyampuran bahan bakar polipropilena 15% dapat memberikan kenaikan nilai
daya dan torsi pada sepeda motor. Hasil daya terbesar terjadi pada rpm 9.000
terbaca 15,36 HP dan torsi terbaca 10,25 Nm pada rpm 7.000.