Abstract :
Semakin banyaknya penggunaan minyak pelumas yang menyebabkan meningkatnya
oli bekas, oli bekas termasuk limbah berbahaya dan beracun (B3), salah satu cara untuk
menanggulangi terjadinya peningkatan oli bekas yaitu dengan pengolahan kembali/ daur
ulang (recycle) yang salah satunya diolah kembali menjadi bahan bakar.
Perancangan ini bertujuan untuk membuat alat destilasi oli bekas dengan metode
destilasi, mengolah oli bekas menjadi bahan bakar, selain membantu dari aspek lingkungan,
juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.
Pada rancangan ini untuk menghasilkan bahan bakar dilakukan dengan cara destilasi,
metode perancangan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini mencoba untuk
menguji pengaruh putaran pengaduk terhadap karakteristik bahan bakar, (nilai kalor,
viskositas, densitas serta flash point).
Berdasarkan rancangan alat destilasi oli bekas dengan metode destilasi yang telah
dirancang, perancangan tanki dengan agitator berkapasitas 5 liter, memiliki tinggi tabung 35
cm, diameter 28 cm. Alat mengeluarkan cairan destilat setelah proses pemanasan dengan
suhu >320 ºC. dilakukan variasi waktu dan putaran agitator pada suhu konstan 350 ºC dengan
volume oli 4 liter rpm 300 dan 500 untuk mendapatkan perbedaan karakteristik dari hasil
proses destilasi