Abstract :
Kejadian letak sungsang merupakan malpresentasi yang paling sering ditemui. Prevalensi kejadian letak sungsang aterm sebesar 3-4% dari seluruh kelahiran Mortalitas dan morbiditas baik ibu maupun bayi meningkat 3 kali lipat pada kejadian letak sungsang dengan metode persalinan pervaginam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh usia ibu, paritas, riwayat sectio caesaria, plasenta previa terhadap kejadian letak sungsang di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Sebanyak 88 rekam medis ibu di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto yang digunakan sebagai sampel pada penelitian menggunakan metode Purposive Sampling. Berdasarkan uji Chi-Square dan uji regresi logistik, multiparitas (OR 3,42; CI: 1,259-9,030) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian letak sungsang. Hal tersebut dikarenakan ibu dengan multipara mengalami peregangan fiksasi otot abdomen dan uterus ibu kepada bayi. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan jumlah anak untuk mencegah terjadinya kejadian letak sungsang pada kehamilan selanjutnya.