Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Andreas Wisnu Pradhana, -
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2019-11-14 07:24:04
Abstract :
Latar Belakang:Gizi lebih adalah keadaan tubuh seseorang yang mengalami berat badan berlebih karena kelebihan jumlah asupan energi yang disimpan dalam bentuk cadangan berupa lemak dari pada yang dikeluarkan. Prevalensi overweight pada anak umur 5-12 tahun masih tinggi yaitu 10,8% dan obesitas sebanyak 8,8%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi fast food ̧sedentary life ̧dan screen time dengan kejadian gizi lebih pada anak usia sekolah 9-11 tahun di SD Strada Cakung Payangan, Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan pada bulan maret sampai mei 2017 di SD Strada Cakung Payangan, Bekasi dengan siswa kelas 4 dan 5. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data diambil menggunakan kuisioner serta pengukuran antropometri. Hasil: Analisis univariat menunjukan distribusi data responden meliputi jenis kelamin, usia, total / tingkat konsumsi fast food,screen time dan sedentary life. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square terdapat hubungan bermakna antara konsumsi fast food (0,009), sedentary life (aktivitas fisik pada hari sekolah p value = 0,011) dan screen time (menonton televisi p value = 0,027 dan bermain video games p value =0,032). Namun tidak adanya hubungan bermakna antara sedentary life (aktivitas fisik pada hari libur p value = 0,343). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara konsumsi fast food, sedentary life (aktivitas fisik pada hari sekolah) dan screen time dengan kejadian gizi lebih.