Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Bagus Syahbuddin Susetyo Suwarno, -
Subject
RZ Other systems of medicine
Datestamp
2019-11-15 10:17:16
Abstract :
Asma adalah penyakit penyempitan saluran napas yang bersifat kambuh berulang dan reversible pada saluran napas yang mengalami keadaan inflamasi kronis. Menurut Survei Kesehatan Demografi Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan jumlah penderita asma sebanyak 13,2 juta orang dengan angka prevalensi asma sebesar 24,5%. Menurut WHO angka kejadian asma akan meningkat sebanyak 300 juta orang hingga 400 juta orang di dunia pada tahun 2025. Senam Asma Indonesia merupakan salah satu tatalaksana asma selain menggunakan obat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi senam asma dengan derajat sesak dan nilai APE pada pasien asma persisten sedang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan besar sampel sebanyak 37 orang. Kriteria subjek penelitian adalah pasien asma persisten sedang, telah mengikuti senam asma minimal 2 bulan, berumur 25-65 tahun dan bersedia menjadi responden. Sesak nafas diukur menggunakan skala Borg dan arus puncak ekspirasi diukur dengan menggunakan peak flow meter. Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan ada hubungan frekuensi senam asma dan nilai APE (p = 0,001) tetapi tidak ada hubungan frekuensi senam asma dan derajat sesak (p = 0,072). Frekuensi latihan senam asma selama 3-4 kali dalam seminggu dapat memperbaiki nilai APE.