Abstract :
Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu parameter dari kualitas kesehatan ibu dan anak. Tingginya AKI pada tahun 2012 menggambarkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara tidak langsung penggunaan kontrasepsi dapat mempengaruhi AKI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan preferensi fertilitas wanita usia subur (WUS) dengan pemilihan alat kontrasepsi hormonal dan non-hormonal di Rumah Bersalin Al-Muzzammil. Penelitian ini bersifat analitik observasional yang menggunakan desain cross sectional. Sampel adalah WUS yang melakukan kunjungan ke Rumah Bersalin Al-Muzzammil yang memiliki anak ≥2 dan memakai metode kontrasepsi jangka pendek. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana, dan jumlah sampel adalah 95. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (OR=1,241) dan sikap (OR=67,046) dengan pemilihan alat kontrasepsi hormonal, sedangkan preferensi fertilitas tidak memiliki hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi adalah sikap.