Abstract :
Prevalensi Obstructive sleep apnea (OSA) di negara barat berkisar 5% namun sekitar 80% kasus masih belum terdiagnosis. Di Jakarta diketahui terdapat 5,9% pengemudi taksi mempunyai gejala OSA pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh OSA terhadap fungsi kognitif di RS Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Periode April-Mei 2018. Subjek penelitian ini adalah semua pasien OSA dewasa yang berobat jalan dan telah menjalani pengukuran apnea-hypopnea index (AHI) berjumlah 60 responden. Data derajat OSA (AHI) didapatkan dari rekam medis dan fungsi kognitif diukur menggunakan kuesioner MoCA-Ina. Responden pasien OSA didominasi dengan jenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, berusia rata-rata 43 tahun, dan bekerja sebagai pegawai swasta. Didapatkan OSA derajat berat sebanyak 25 responden (41,7%), sedang 23 responden (38,3%) dan ringan sebanyak 12 responden (20%). Hasil pengukuran fungsi kognitif didapatkan sebanyak 45 responden (75%) terganggu dan 15 responden (25%) tidak terganggu. Hasil uji Chi Square didapatkan ada hubungan antara derajat OSA dengan gangguan kognitif (p=0.000). Diperlukan upaya tenaga medis untuk selalu mengedukasi kepada pasien pentingnya mengetahui gejala OSA dan melakukan tatalaksana agar tidak terjadi penurunan fungsi kognitif yang semakin parah yang bersifat progresif.