DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK, INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK PERTAMA (VEP1) PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RSUP FATMAWATI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Regia Anadhia Pinastika, -
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2019-11-29 08:29:39 
Abstract :
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit keterbatasan aliran udara yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi kronis pada saluran nafas terhadap partikel gas yang beracun. PPOK tercatat ke dalam empat besar penyakit tidak menular di dunia. Di Indonesia, terdapat 4,8 juta penderita PPOK serta di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, terdapat angka prevalensi kejadian PPOK sebanyak 2,7%. Salah satu kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis PPOK adalah pemeriksaan Volume Ekspirasi Paksa Detik Pertama (VEP1). Faktor yang mempengaruhi nilai VEP1 di antaranya adalah umur, jenis kelamin, riwayat merokok, indeks massa tubuh (IMT), dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat merokok, IMT dan aktivitas fisik terhadap VEP1 pasien PPOK di RSUP Fatmawati Jakarta. Penelitian ini bersifat analitik observational, menggunakan desain potong lintang dengan variabel bebas derajat merokok, IMT, aktivitas fisik, dan variabel terikat VEP1. Sampel penelitian berjumlah 52 responden, pengambilan sampel secara acak sederhana. Kelompok usia terbanyak adalah > 65 tahun (57,7%), jenis kelamin laki-laki (78,8%), pensiunan (48,1%), perokok derajat berat (46,2%), IMT underweight (57,7%), aktivitas fisik ringan (53,8%), 16 orang (30,8%) memiliki VEP1 < 30 % (derajat sangat berat). Terdapat hubungan antara derajat merokok dengan VEP1 (p = 0,000), tidak terdapat hubungan antara IMT dengan VEP1 (p = 0,753), dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan VEP1 (p = 0,001). Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap VEP1 adalah derajat merokok, lalu diikuti dengan aktivitas fisik. 
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta